“Barangsiapa menyeru kepada hidayah (petunjuk) maka ia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengerjakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa sebagaimana dosa yang mengerjakannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun”

Sabtu, 22 Desember 2012

STUDI KITAB AT-TAFSIR WAL MUFASSIRUN Karya Dr. Muhammad Husain Az Zahabi


            A.       Pendahuluan
            Salah satu jalan mendalami tafsir adalah mempelajari metode tafsir dari para penulis buku-buku Tafsir. Makalah ini akan membahas biografi dari Dr. Muhammad Husain Az-Zahabi yang sangat berjasa dalam dunia Islam modern ini lewat bukunya Tafsir wal Mufasirun yang banyak menjadi rujukan mahasiswa Islam di seluruh dunia dalam bidang tafsir.
       B.       Biografi Dr. Muhammad Husain Az-Zahabi
            Muhammad Husain Az-Zahabi lahir di desa Matubis pada tahun 1915 M. mendapat gelar doktoral dalam bidang Tafsir dan Hadits pada tahun 1944 M. lalu menjadi dosen bidang As-Syari’ah wal Qanun di universitas Al-Azhar. Tahun 1968 ditunjuk universitas Kuwait untuk mengampu dosen bidang Tafsir dan Hadits dan pada tahun 1971 kembali ke Mesir untuk mengajar kuliyah Ushuluddin.
Pada tanggal 15 April 1975 beliau terpilih menjadi Mentri Waqaf. Namun beliau hanya bertahan satu tahun saja sampai pada tahun 1976. Walau hanya sebentar saja menjabat sebagai mentri, tetapi beliau telah menunjukkan sikap-sikap terpuji yang layak ditiru pemimpin manapun. Seperti beliau menolak security khusus di depan rumahnya, dan setiap malam rumahnya selalu ramai dengan kajian-kajian Islam yang terbuka bagi siapa saja.
Husain Az-Zahabi termasuk salah satu ulama tahun tujuh puluhan yang memberikan seluruh ilmunya untuk meninggikan bendera Islam dan melawan kedhaliman dalam berbagai bentuk. Menurutnya dakwah Islam harus dilakukan dengan cara yang baik, bukan dengan kekerasan atau terorisme dan penegakan hokum Islam adalah jalan keluar untuk segala problematika umat baik dalam akhlaq, politik ekonomi. Beliau juga memandang bahwa pemikiran Islam harus dibersihkan dari segala macam bentuk khurafat dan kesesatan karena hari ini suara kesesatan lebih kuat daripada suara kebenaran.
Perjalanan dakwah tak pernah lekang aral rintangan yang bisa sampai pada pembunuhan, dan itu beliau alami. Pada tanggal 4 Juli 1977 sekelompok teroris yang tidak suka dengan cara dakwahnya membunuhya sehingga beliau wafat dan mendapatkan karunia syahid yang diidam-idamkan banyak orang.
Jasad beliau dishalatkan di masjid jami’ Al-Azhar dan yang menjadi imamnya Syaikh Shalih Al-ja’fari. Beribu-ribu orang ikut menshalatkannya dari teman, murid-murid dan orang-orang yang mengenalnya dan mengetahui budi pekertinya. Sebagai pernghormatan baginya, jasad beliau dimakamkan di komplek makam keluarga Imam Syafi’i.
C.        Karya-karya Dr. Muhammad Husain Az-Zahabi
 Di antara karangan-karangan beliau adalah:
  1. Tafsir wal Mufassirun
  2. Al-Israiliyat Fit Tafsir wal Hadits
  3. Al-Ittihajat Al-Munhafirah Fit Tafsir
  4. Ibnu Arabi wa Tafsirul Quran
  5. Al-Wahyu
  6. Muqaddimah Fi Ulumil Quran
  7. Muqaddimah Fi Ulumil Hadits
  8. Atsaru Iqamatul Hudud Fi Istiqraril Mujtama’
  9. Maliyah Ad-Daulah Al-Islamiyyah
  10. Mauqiful Muslim Fid Diyanat As-Samawiyah
  11. Ahwal As-Saykhshiyyah Baina Ahlus Sunnah wal Ja’fariyyah
D.       Kitab Tafsir wal Mufassirun

1.      Deskripsi singkat tentang kitab
Kitab Tafsir wal Mufassirun ini ada yang dicetak dalam dua jilid dan ada yang dicetak dalam tiga jilid. Adapun yang akan pemakalah paparkan pada diskusi kali ini, adalah cetakan dalam bentuk tiga jilid. Untuk diketahui kitab ini (jilid 1 dan 2) merupakan risalah Doktoral yang diajukan penulis pada kuliah ushuluddin di universitas al azhar kairo pada tahun1365 M. Dan pada tahun 2005, oleh putranya yang bernama musthafa muhammad az-zahabi melanjutkan penulisannya hingga tercetaklah dalam tiga jilid.
2.      Kontribusi Kitab Tafsir wal Mufassirun terhadap khazanah keilmuan

Kitab yang ditulis sesuai dengan kaidah penulisan risalah doctoral ini, tentunya sangat berkwalitas penuh dengan pembahasan yang sangat ilmiyah, berbobot, sistematis serta obyektif dalam memaparkan isi dan kandungannya. Sehingga layak menjadi konsumsi semua lapisan pembaca, mulai dari akademisi, mahasiswa, pelajar, maumpun juru dakwah.
Oleh beberapa kalangan, kitab ini dikatagorikan sebagai kamus tafsir, karna kitab ini dengan secara detail mengupas bergabagai metode yang ditempuh oleh para mufassir, berbagai corak yang dikenal di kalangan ulama klasik, juga corak corak tafsir yang lahir di masa kontemporer. Lebih dari itu, dalam kitab ini lebih domonan membedah profil kitab dan pengarang tafsirnya sekaligus, yang diklasifikasikan menurut masa dan corak tafsir yang dikembangkannya. Sehingga dengan cirikhasnya kitab ini tidak pernah luput dari tangan tangan para mahasiswa yang bergelut dalam ilmu alQur’an dan tafsirnya.
 
Dalam pendahuluannya Dr. Az zahabi menjelaskan motivasi dasar dalam penulisan kitabnya, yaitu sebagai berikut.
"التفسير والمفسِّرون"
وهو كتاب يبحث عن نشأة التفسير وتطوره، وعن مناهج المفسِّرين وطرائقهم فى شرح كتاب الله تعالى، وعن ألوان التفسير عند أشهر طوائف المسلمين ومَن ينتسبون إلى الإسلام، وعن ألوان التفسير فى هذا العصر الحديث... وراعيت أن أُضَمِّن هذا الكتاب بعض البحوث التى تدور حول التفسير، من تطرق الوضع إليه، ودخول الإسرائيليات عليه، وما يجب أن يكون عليه المفسِّر عندما يحاول فهم القرآن أو كتابة التفسير، وما إلى ذلك من بحوث يطول ذكرها، ويجدها القارئ مفصَّلة مُسْهَبة فى هذا الكتاب.
ورجوتُ من وراء هذا العمل أن أُنبه المسلمين إلى هذا التراث التفسيرى، الذى اكتظت به المكتبة الإسلامية على سعتها وطول عهدها، وإلى دراسة هذه التفاسير على اختلاف مذاهبها وألوانها، وألا يقصروا حياتهم على دراسة كتب طائفة واحدة أو طائفتين، دون مَن عداهما مِن طوائف كان لها فى التفسير أثر يُذكر فيُشكر أو لا يُشكر.
ورجوت أيضاً أن يكون لعشاق التفسير من وراء هذا المجهود موسوعة تكشف لهم عن مناهج أشهر المفسِّرين وطرائقهم التى يسيرون عليها فى شرحهم لكتاب الله تعالى، ليكون مَن يريد أن يتصفح تفسيراً منها على بصيرة على الكتاب الذى يريد أن يقرأه، وعلى بيِّنة من لونه ومنهجه، حتى لا يغتر بباطل أو ينخدع بسراب.

E.   Metode Penulisan kitab Tafsir wal Mufassirun
Kitab ini ditulis sesuai dengan kaidah penulisan risalah doctoral dan  bisa dilihat jelas ketika membaca kitab tersebut. DR. Muhammad Husain Az-Zahabi telah mengambil studi tentang sejarah tafsir dan perkembangannya semenjak masa Nabi saw sampai pada masa sekarang.

¨  JILID I ;
Muqaddimah;
di dalamnya beliau membahas tentang:
a)     Pengertian Tafsir dan Takwil serta perbedaan antara keduanya
b)     Tafsir al-Quran dengan selain Bahasa Arab
c)      Tarjamah Tafsiriyah pada al-Quran dan pembahasan yang berkaitan denganya.

Bab pertama: Membahas tentang Marhalah pertama Tafsir pada masa Nabi saw dan para Sahabat, lalu membahas tentang sumber tafsir pada masa ini yaitu al-Quran, Hadits serta Ijtihad dan Istimbath, juga membahas tentang Ahli Tafsir yang terkenal pada masa Sahabat dan metode tafsir mereka dan yang terakhir membahas tentang kelebihan Tafsir pada masa Nabi saw dan Sahabat.

Bab kedua: Membahas tentang Marhalah kedua Tafsir pada masa Tabi’in. Bab ini membahas tentang Madrasah Tafsir pada masa tabi’in yaitu Madrasah Tafsir di Makkah yang didirikan oleh Ibnu Abbas, Madrasah Tafsir di Madinah yang didirikan oleh Ubay bin Ka’ab dan Madrasah Tafsir di Iraq yang didirikan oleh Ibnu Mas’ud, lalu membahas tentang kelebihan Tafsir pada masa Tabi’in.

Bab ketiga: Membahas tentang Marhalah ketiga Tafsir yang beliau istilahkan dengan Ushur at-Tadwin (masa kodifikasi), dalam bab ini dibahas urutan kodifikasi tafsir, lalu tentang Tafsir bil Ma’tsur dan Israiliyat selanjutnya dalam bab ini dibahas sebagian metode kitab Tafsir yang terkenal yaitu:
  1. Jami’ al-Bayan fi at-Tafsir al-Quran oleh Imam Thabari
  2. Bahr al-Ulum oleh Samarqandi
  3. Al-Kasf wa al-Bayan an Tafsir al-Quran oleh ats-Tsa’labi
  4. Ma’alimat-Tanzil oleh al-Baghawi
  5. Al-Muharra al-Wajiz fi Tafsir al-Kitab al-Aziz oleh Ibnu Atiyah
  6. Tafsir al-Quran al-Adhim oleh Ibnu Katsir
  7. Al-Jawahir al-Hasan fi at-Tafsir al-Quranoleh ats-Tsa’alabi
  8. Ad-Duur al-Mantsur fi at-Tafsir bil Ma’tsur oleh as-Suyuthi
Kemudian pada pasal selanjutnya membahas tentang Tafsir bir Ra’yi al-Mahmud dan studi tentang metode tafsir mereka yaitu:
  1. Mafatih al-Ghaib oleh Fakhruddien ar-Raazi
  2. Anwar at-Tanzil wa Asrar at-Takwil oleh al-Baidhawi
  3. Madarik at-Tanzil wa Haqaiq at-Takwil oleh an-Nasafi
  4. Lubab at-Takwil fi Ma’ani at-Tanzil oleh Khazin
  5. Al-Bahr al-Muhith oleh Abi Hayan
  6. Gharaib al-Quran wa Raghaibal-Furqan oleh Yasaburi
  7. Tafsir al-Jalalain oleh Jalauddien al-Muhalli dan Jalaluddien as-Suyuthi
  8. As-Siraj al-Munir fi al-I’anah ala Ma’rifati Ba’dhi Ma’ani Kalam Rabbuna al-Hakim al-Khabir oleh Khatib as-Sirbani
  9. Irsyad al-Aql as-Salim ila Mazaya al-Kitab al-Karim oleh Abi Su’ud
  10. Ruuh al-Ma’ani fi Tafsir al-Quran al-Adhim wa as-Sab’u al-Matsani oleh al-Alusi
Kemudian pada pasal keempat membahas tentang Tafsir bir Ra’yi al-Madhmum atau Tafsir dari kelompok bid’ah:

Ø  Petama; Muktazilah
Kitab-kitab Tafsir mereka:
  1. Tanzih al-Quran ‘an al-Mutha’in oleh al-Qadhi Abdul Jabbar
  2. Gharar al-Fawaid wa Durar al-Qalaid oleh Amali as-Syarif al-Murtadha
  3. Al-Kasyaf ‘an Haqaiq at-Tanzil wa ‘Uyun al-Aqawil fi Wujuh at-Takwil oleh Zamakhsyari, selesai jilid pertama.
¨  JILID II
Ø  Kedua: Syiah dan kelompok-kelompok pecahannya
Ia khususkan pada pembahasan Syiah Rafidhah atau Itsna Asariyah dan membahas tentang enam kitab dan metode Tafsir Syiah yaitu:
  1. Miratul Anwar wa Miskat al-Asrar oleh Maula Abdullatif al-Kazarani
  2. Tafsir al-Hasan al-Askari
  3. Majma’ al-Bayan li Ulum al-Quran oleh ath-Thabarsi
  4. As-Shaafi fi Tafsir al-Quran al-Karim oleh Mula Muhsin al-Kaashi
  5. Tafsir al-Quran oleh Sayid Abdullah al-Alawi
  6. Bayan as-Sa’adah fi Maqamat al-Ibadah oleh Sulthan Muhammad al-Khurasani
Kelompok al-Ismailiyah (Batiniyah), membahas tentang mauqif mereka terhadap al-Quran serta takwil mereka.
Ø  Kelompok Babiyah dan Bahaiyah, membahas tentang mauqif mereka terhadap al-Quran serta takwil mereka.
Ø  Kelompok Zaidiyah, membahas tentang mauqif mereka terhadap al-Quran serta takwil mereka
Ø  Khawarij
Didalamnya Membahas tentang mauqif kelompok khawarij terhadap al-Quran, selanjutnya ia bahas salah satu kitab tafsir dari kalangan Khawarij yaitu Haiman az-Zaad ila Daar al-Ma’ad oleh Muhammad Yusuf Athfis, salah seorang mufasir dari kalangan Khawarij yang berasal dari lembah Mizab di pegurunan Jazair, ia wafat pada tahun 1332 H.

pasal kelima, membahas tentang Tafsir Sufi dan metode Tafsir mereka seperti metode tafsir Ibnu Arabi kemudian membahas Tafsir Isyari dan sebagian kitab-kitab mereka:
  1. Tafsir al-Quran al-Adhim oleh at-Tusturi
  2. Haqaiq at-Tafsir oleh as-Silmi
  3. ‘Arais al-Bayan fi Haqaiq al-Quran oleh Abi Muhammad as-Sairazi
  4. At-Takwilat an-Najmiyah oleh Najmuddien Dayah dan Ala’ ad-Daulah as-Samnani
  5. Lalu ditutup dengan pembahasan Tafsir Ibnu Arabi dan metode Tafsirnya.
Pasal keenam, membahas tentang Tafsir Filsafat dan metode tafsir mereka dalam dua puluh lembar dan beliau sebutkan contoh Tafsir Filsafat dan metodenya seperti al-Farabi dan Ibnu Sina.

Pasal ketujuh, membahas tentang Tafsir Fuqaha’ sekitar lima puluh halaman, berbicara tentang perkembangan Tafsir Fiqih ayat-ayat hukum pada setiap mazhab fiqih. Dan membahas enam kitab Tafsir tentang Ahkam al-Quran.
  1. Ahkam al-Quran oleh al-Jashash al-Hanafi
  2. Ahkam al-Quran oleh Kaya al-Hirasyi as-Syafi’i
  3. Ahkam al-Quran oleh Ibnul Arabi al-Maliki
  4. Al-Jami’ li Ahkamal-Quran oleh al-Qurtubi al-Maliki
  5. Kanzul Irfan fi Fiqh al-Quran oleh Miqdad as-Suyuri ar-Rafidhi dari kalangan Imamiyah Itsna Asairah
  6. Ats-Tsamarat al-Yani’ah wa al-Ahkam al-Wadhihah al-Qathi’aholeh Yusuf ats-Tsalai az-Zaidi dari kalangan Zaidiyah
Pasal kedelapan membahas tentang Tafsir Ilmi dalam enam belas halaman, ia sebutkan pendapat ulama terdahulu dan ulama sekarang kemudian ia sebutkan ikhtiyarnya dan menolak tafsir ilmi seperti yang dirajihkan oleh Imam Syatibi.

Penutup; kitab ini ditutup dengan pembahasan tentang corak tafsir pada masa modern,pembahasan ini menghabiskan sekitar seratus dua puluh halaman, beliau sebutkan beberapa kitab tafsir:
  1. Al-Jawahir fi Tafsir al-Quranal-Karim oleh Syaikh Thanthawi Jauhari, syaikh az-Zahabi telah mengkritik dengan keras kitab ini.
  2. Kitab al-Hidayah wa al-Irfan fi Tafsir al-Quran bil Quran, beliau contohkan kiab ini sebagai kitab Tafsir Ilhadi
  3. Berbicara tentang metode tafsir Syaikh Muhammad Abduh
  4. Berbicara tentang metode tafsir Muhammad Rasyid Ridha
  5. Berbicara tentang Syaikh Muhammad Mustafa al-Maraghi, pembahasan ini mengakhiri kitab Tafsir wal Mufasirun.
¨  JILID III
Sebagaimana telah dijelaskan bahwa pada jilid ke tiga, kitab tafsir wal mufassirun ini ditulis oleh putranya yaitu Doktor musthafa muhammad az zahabi sebagai pelengkap apa yang telah ditulis oleh ayahnya tersebut.
Adapun pembahasan yang diuraikan didalamnya terbagi kedalam delapan bab, yaitu;
1.      Kitab kitab tafsir al-ma’tsur oleh ahlu as sunnah. Seperti; muqotil bin sulaiman, dll
2.      Kitab kitab tafsir bir-ra’yi oleh alhu as sunnah, seperti; tafsir ibnu abi hatim, dll
3.      Kitab kitab tafsir al imamiyah al itsna asyariyah, seperti; tafsir iyasy, tafsir al-Qummy, dll
4.      Kitab kitab tafsir ismailiyah, sepeti; asas at takwil
5.      Kitab tafsir ibadiyyah, seperti; tafsir kitabillah al aziz
6.      Kitab tafsir zaidiyyah; tafsir al-A’qom
7.      Kitab tafsir shufiyyaah, seperti; tafsir lathooif
8.      Dan terakhir pembahasan mengenai kitab kitab tafsir yang berkaitan dengan ayat ayat ahkam, seperti; tafsir ahkamil qur’an karya at-tohawy..

F.   Kelebihan dan kekurangan dari kitab ini

Diantara kelebihan dari kitab ini adalah;
  1. Merupakan buku pertama yang membahas secara lengkap metode para mufasir. Ia membuat studi terhadap metode kitab-kitab tafsir yang belum dicetak ketika itu. Sehingga Menjadi referensi utama di zamannya, seperti Dr. Abdul Wahab Fayad yang menulis metode tafsir Ibnu Athiyyah.
  2. Dari tangannya lahir risalah-risalah berbobot dimana beliau menjadi pembimbingnya, seperti al-Qurtubi wa Manhajuhu fi al-Tafsir karangan Dr. al-Qashbi Mahmud Zalath, al-Razi Mufassiran karangan Dr. Muhsin Abdul Hamid al-Iraqi dan Manhaj Ibnu Atiyyah fi al-Tafsir karangan Dr. Abdul Wahab Fayath.
Adapun kekurangan dari kitab ini, penulis dapatkan kritikan dari syaikh musa’id at thayyar terhadap pembahasan periodesasi dan pengelompokkan yang ditulis oleh az zahabi ini. Didalam kitab tafsir wal mufassirun beliau memberi alasan kenapa tafsir  tabi’in masuk kedalam tafsir bil Ma’tsur. Dalam makalahnya (http://www.attyyar.net) syaikh musa’id at thayyar membatahnya dengan mengatakan “beliau (az zahabi) memasukkan tafsir ibnu jarir ke dalam tafsir bil ma’atsur, jika kita menerapakan istilah tafsir bil ma’tsrur, maka kita akan dapatkan ikhtiar dan ijtihad dari ibnu jarir, lalu apakah itu termasuk ra’yu atau ma’tsur ?. kalau dimasukkan ke dalam tafsir bil ma’stur tentunya tidak cocok karena terdapat ijtihad ibnu jarir.
G.   Penutup
Demikian sekilas profil dan manhaj Husain Az-Zahabi  dalam tafsir wal mufassirun, tentunya makalah ini tidak bisa mewakili kehebatan dan keluasan ilmu yang dimiliki oleh beliau, oleh karena itu penulis berharap munculnya saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan tulisan ini. Wallahu a’lam bi shawaab.

Daftar pustaka
Muhammad husain az zahabi, At tafsir wal mufassirun, jilid I, II, III. Kairo, darul hadits; 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar